MESUJI WAY SERDANG, Dugaan mar-up dan bangunan fiktif dari keterangan masyarakat beberapa yang mencurigakan bahkan tidak sesuai RAB seperti Sumur Bor, Paralon Penyulingan pembuatan Jalan Usaha Tani, kolam dan Posko pertanian di Desa Margo Bakti Way serdang. (25/12)

Dihubungi Edison Basid Inspektorat Kabupaten Mesuji tegaskan, sejak tabur di media kemarin ini jadi atensi kami bila perlu segera Masukin aja laporan ke Inspektorat Biar kami bentuk tim nya terima kasih informasinya Terangnya.

Alamsyah Ketua Aliansi Indonesia berharap respon cepat dugaan perbuatan tidak terpuji dalam roda pemerintahan Desa, seharusnya adanya pemberitaan itu sudah bisa jadi informasi awal oleh APH, secara umum berita itu laporan terbuka untuk seluruh elemen-elemen masyarakat sampai penegak Hukum ujarnya

Lalu Alamsyah tegaskan dengan dugaan fiktif serta infrastruktur pengurangan volume itu perbuatan melanggar hukum serta merugikan negara berbas dengan masyarakat tutup Alamsyah

Terpisah saat dihubungi lewat Whtsap Kepala Desa(Kades) Margo Bakti, Suryadi pada hari Selasa Tanggal 20 Desember 2023 melalui via henpon tidak direspon walaupun dibaca.

Diketahui Pembangunan tersebut mengunakan Anggaran Dana Desa(DD) tahun 2023 tahap pertama di Desa Margo Bakti sedangkan sumber dilapangan jelas ruang bahwa jalan usaha tani yang dibangun di Rukun Tetangga (RT) 01, memiliki panjang 1000 meter, lebar 6 meter dengan dana sebesar Rp. 88.168.010 ternyata tidak sesuai tutur W (55) warga sekitar.

Dan bukan itu saja warga menduga membangunan kolam ikan tawar dengan ukuran panjang 15 meter, lebar 4 meter dan kedalaman 1.5 meter diduga tidak sesuai tegas Eko Saputra

Padahal pembuatan itu menggunakan anggaran sebesar Rp. 41.076.500. Itupun tidak sesuai, Dan juga pembangunan pos pertanian dengan ukuran panjang 6 meter, lebar 4 meter serta tinggi 2 meter dan bangunannya terletak di Rukun Keluarga (Rk) 6, asal jadi terangnya.

READ  Ketua DPC PPMI Mesuji Soroti Dugaan Pengurangan Volume Rabat Beton Gedung Mulya

Sedangkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) warga Desa Margo Bakti sendiri saat dikonfirmasi tidak mau berkomentar.

Ketua TPK, Aris Hadi Setiawan mengatakan bahwa pengerjaan pembangunan tersebut memakai tenaga kerja dari Desa Margo bakti termasuk pengadaan materialnya. Dan berkaitan dugaan bangunan tidak sesuai no komen

Sedangkan menurut ketua RK 1, Eko Setiawan mengatakan kalau pembangunan tersebut sudah tepat sasaran berdasarkan keinginan masyarakat setempat bahkan Kades pun buat satu sumur bor Alhamdulilah (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *